Kadisnakertrans dampingi Wamen Transmigrasi Lepas 16 KK Catrans di Surabaya
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi didampingi Asisten I Setdaprov Jatim Benny Sampirwanto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto melepas 16 Kepala Keluarga (62 jiwa) calon transmigran (Catrans) ke Sulawesi.
Pelepasan Catrans tersebut berlangsung di depan Ruang Bhinaloka Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan, Surabaya, Kamis (5/12). Saat menyampaikan sambutan Pj Gubernur Jatim, Asisten I Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan, animo masyarakat Jatim untuk mengikuti program transmigrasi masih tinggi.
Jumlah animo atau minat masyarakat Jatim untuk bertransmigrasi pada tahun 2024 ini mencapai lebih dari 400 KK. Dari besarnya animo, jelas program transmigrasi di Jatim masih sangat diperlukan sebagai salah satu alternatif utama masyarakat Jatim untuk memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan juga dialog dengan Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono menggunakan Telecoference.
Melalui virtual, Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagaramengatakan sesuai komitmen dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar trasmigrasi harus ada persatuan dan kesatuan yang kokoh antara transmigran penduduk asal dan transmigran penduduk setempat.
"Selain itu, Kementrans RI sedang menyusun cetak biru serta peta jalan pelaksanaan transmigrasi selama 5 tahun hingga 25 tahun," katanya.
Sedangkan Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan transmigran adalah pioner dan menjadi orang yang tidak hanya memulai hal baru, tapi juga menjadi teladan serta menjadi keluarga yang sukses.
Ia berpesan agar transmigran segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru, menyapa masyarakat setempat dan bisa menerima transmigran serta bergandeng tangan membangun daerah, kemudian tingkatkan kapasitas transmigran dalam memulai usaha dan mengembangkan ekonomi kreatif.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wamentrans kepada para Catrans tersebut berupa peralatan pertanian, peralatan pertukangan, sandang, penerangan, dapur, alat tidur, genset dan wireless.
Usai pelepasan transmigran, Wamentrans, Viva Yoga Mauladi menyampaikan, program trasmigrasi ini untuk melindungi dan menjaga keutuhan Indonesia untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, serta transmigran bisa mengubah kehidupan lebih baik.
"Bersinergi dengan program food estate untuk membangun kedaulatan pangan. Kita harapkan para transmigran yang telah dididik bekerja giat," katanya.
Sedangkan Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto menyampaikan, pelepasan ini sebagai tanda penghormatan kepada para transmigran beserta keluarga yang akan berpindah dan menetap dari jawa timur menuju tanah harapan (lokasi transmigrasi) dalam rangka mendapatkan peluang kerja dan usaha untuk meningkatkan taraf hidup.
Sebagaimana diketahui, jumlah transmigran asal Jawa Timur yang diberangkatkan sebanyak 16 kk ( 62 jiwa ) yang terbagi ke Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Untuk transmigran yang dikirim ke Sulawesi Tengah sebanyak 7 KK (26 jiwa) di Torire Kabupaten Poso, dengan rincian Kabupaten Tuban 1 kk (3 jiwa), Kabupaten Madiun 1 kk (5 jiwa), Kabupaten Trenggalek 2 kk (7 jiwa), Kabupaten Blitar 1 kk (4 jiwa), Kabupaten Malang 1 kk (4 jiwa), dan Kabupaten Pamekasan 1 kk (3 jiwa)
Di Sulawesi Tenggara sebanyak 2 kk (8 jiwa) ditempatkan di Puuhialu Kabupaten Konawe Utara, dengan rincian Kabupaten Bojonegoro 1 kk (4 jiwa) dan Kabupaten Magetan 1 kk (4 jiwa)
Di Sulawesi Selatan sebanyak 4 kk (16 jiwa) ditempatkan Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan rincian Kabupaten Kediri 1 kk (3 jiwa), Kabupaten Tulungagung 1 kk (4 jiwa), Kabupaten Madiun 1 kk (4 jiwa), dan Kabupaten Malang 1 kk (5 jiwa)
Di Sulawesi Barat sebanyak 3 kk (12 jiwa) ditempatkan di Saluandeang, Kabupaten Mamuju Tengah dengan rincian Kabupaten Nganjuk 1 kk (4 jiwa) dan Kabupaten Jombang 2 kk (8 jiwa). N rac